Selasa, 04 September 2012

Konsep Program Induksi Bagi Guru Pemula

Sumber daya manusia yang bermutu adalah investasi masa depan. Sumber daya manusia yang berkualitas hanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yang bermutu. Salah satu faktor yang menopang sistem pendidikan yang bermutu adalah tersedianya guru yang profesional.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU No 14 tahun 2005 ayat 1).

Mengingat peran guru yang sangat strategis dalam pembangunan pendidikan, maka seorang guru harus dipersiapkan dengan matang. Persiapan tersebut haruslah berkesinambungan mulai dari pre-service dan pendidikan profesi guru di LPTK sampai menjadi guru pemula di satuan pendidikan.

Pada saat awal seorang guru pemula mulai mengajar dan mengenal lingkungan sekolah mereka menghadapi beberapa hambatan antara lain: pengenalan karakteristik peserta didik, budaya sekolah, beradaptasi dan berkomunikasi dengan warga sekolah. Padahal pengenalan guru pemula terhadap situasi sekolah akan menentukan karir dan profesionalitas seorang guru selanjutnya. Salah satu program yang dapat membekali guru pemula dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi guru pada awal mereka bertugas adalahprogram induksi.

Program Induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran bagi guru pemula pada satuan pendidikan di tempat tugasnya. Induksi guru pemula merupakan proses orientasi kegiatan mengajar dalam konteks satuan pendidikan tertentu, dan menjadi pembelajaran profesional di tempat kerja selama tahun pertama mengajar dan merupakan tahap awal dalam Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPB) seorang guru.

Program Induksi dirancang secara sistematis dan terencana berdasarkan konsep kerjasama dan kesejawatan antara guru pemula, guru pembimbing, guru sejawat, kepala sekolah, dan pengawas dengan pendekatan pembelajaran profesional.

Program Induksi bagi guru pemula didasarkan pada pemahaman bahwa:
Pembelajaran di tempat kerja merupakan unsur utama bagi perkembangan dan pembelajaran professional guru pemula, Tahap ini juga berperan penting dalam Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB).
Pembelajaran professional melibatkan guru dan kelompok guru yang mengembangkan praktek dan pemahaman baru tentang pekerjaan mereka.
Kerjasama dan dialog professional di sekolah dapat mendukung pembelajaran professional, mengembangkan praktik reflektif dan memperkuat pendekatan kolegalitas untuk perkembangan sekolah.
Pembelajaran professional guru merupakan landasan bagi perkembangan sekolah dan peningkatan hasil belajar peserta didik serta peningkatan status profesi.

Penyelenggaraan program induksi bagi guru pemula didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
Profesional; penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi, sesuai bidang tugas;
Kemitraan; menempatkan guru pemula dan pembimbing sebagai mitra sejajar;
Kesejawatan; penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim;
Mandiri; bekerja tanpa bergantung pada pihak lain;
Demokratis; menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok;
Terbuka; proses dan hasil kerja diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan;
Fleksibel; menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada;
Partisipasif; melibatkan banyak pihak dalam pengambilan keputusan;
Akuntabel; penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik;
Responsibel; penyelenggaraan bekerja sesuai dengan tupoksinya;
Sistemik, dilaksanakan secara teratur dan runut;
Berkelanjutan, dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya;

Program induksi dilaksanakan dalam rangka menyiapkan guru pemula agar menjadi guru profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan demikian program induksi senantiasa dipantau dan dievaluasi agar dapat diperbaiki di masa depan. Pemantaun dan evaluasi sebagai salah satu bagian proses penjaminan mutu pendidikan terutama dalam pemenuhan standar kompetensi guru sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Selain itu, melalui program induksi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan sekaligus memecahkan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru pemula dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, peserta didik, kondisi sekolah, dan lingkungannya.

Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/09/04/sekilas-tentang-program-induksi-bagi-guru-pemula/

Disarikan dari : Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Departemen Pendidikan Nasional. 2009. Draft Petunjuk Teknis Program Induksi Guru Pemula. Jakarta.

=========

Stress Akademik


Berbagai definisi mengenai stres telah dikemukakan oleh para ahli dalam setiap disiplin ilmu dengan versinya masing-masing mulai dari ilmu biologi, psikologis hingga ilmu-ilmu sosial seperti antropologi dan sosiologi. Namun dalam berbagai definisi stress tersebut pada dasarnya antara satu definisi dengan definisi lainnya terdapat inti persamaannya (Aldwin, 2007).
Jika ditinjau dari fisiologis, tokoh yang terkenal dalam pendekatan ini yang secara khusus membahas tentang stress adalah Hans Selye, dan sering disebut bapak teori stress modern. Selye mendefinisikan stres sebagai ‘the nonspesific response of the body to any demand‘ yang artinya suatu respons tubuh yang nonspesifik dari berbagai tuntutan. Bila seseorang mengalami stres dia akan mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik (Cooper, 2004; Kavanagh, 2005; Aldwin, 2007).
Seyle (dalam Cooper, 2004) membagi stres menjadi dua tipe area yaitu eustres dan distres.Eustres adalah pengalaman stres yang menyenangkan, yang biasanya muncul ketika seseorang mendapatkan kesuksesan dan kemenangan. Eustress dapat meningkatkan kesiagaan mental, kewaspadaan, kognisi, dan performansi individu. Eustress juga dapat meningkatkan motivasi individu untuk menciptakan sesuatu, misalnya menciptakan karya seni. Distres adalah pengalaman stres yang menyakitkan atau tidak menyenangkan yang sifatnya mengancam. Dalam hal ini stres dirasakan sebagai suatu keadaan dimana individu mengalami rasa cemas, ketakutan, khawatir, atau gelisah, sehingga individu mengalami keadaaan psikologis yang negatif, menyakitkan, dan timbul keinginan untuk menghindarinya. Stres merupakan hal yang penting bagi kehidupan. Oleh karena itu, stress perlu dikelola dengan baik agar stres yang dirasakan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan individu dalam kehidupannya.
Tokoh lain yang memusatkan penelitiannya tentang stres adalah Lazarus. Lazarus merupakan tokoh yang meninjau stress dari respon psikologis. Menurut Lazarus & Folkman (dalam Aldwin, 2007; Cooper, 2004) stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh (kondisi penyakit, latihan, dll) atau oleh kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk melakukan coping. Lebih lanjut Lazarus menjelaskan bahwa stress terjadi akibat dari ketidak sesuaian antara harapan dan kenyataan. Artinya, stress merupakan reaksi psikologis terhadap tuntutan hidup yang tidak sesuai dengan harapan dan membebani kehidupan seseorang serta menggangu kesejahteraan hidupnya (Smith, 1993).
Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stres juga dapat diartikan sebagai : (1) Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stres atau disebut juga dengan stresor. (2) Respon, yaitu stres merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang muncul dapat secara fisiologis, seperti : jantung berdebar, gemetar dan pusing serta psikologis, seperti : takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung. (3) Proses, yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.
Lazarus (Cooper, 2004; Kavanagh, 2005) membedakan stress atas tiga tipe penilaian, yaitu harm-loss, threat, dan challenge. Harm-loss mengacu pada besarnya kerusakan yang sudah terjadi, penilaian terhadap kerusakan mungkin menghasilkan kemarahan, kemuakan, ketidak puasan, atau kesedihan. Threat mengacu pada pengharapan atas abhaya yang akan datang. Penilaian terhadap ancaman mungkin akan menimbulkan kekhawatiran, kecemasan dan kekuatan. Challenge mengacu pada kesempatan untuk mencapai pertumbuhan, penguasaan suatu bidang atau keuntungan dengan menggunakan lebih dari faktor-faktor rutin untuk memenuhi kebutuhan. Penilaian terhadap tantangan mungkin menimbulkan kegembiraan atau antisipasi.
Berdasarkan berbagai definisi diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa stres adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal (fisik) maupun eksternal (lingkungan, dan situasi sosial) merupakan stimulus yang dapat membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu sehingga individu akan bereaksi baik secara fisiologis maupun secara psikologis (respon) dan melakukan usaha-usaha penyesuaian diri terhadap situasi tersebut (proses).
Jika dikaitkan dengan psikologi perkembangan siswa pada tingkat MA yang berada pada masa remaja stress yang dihadapi berapa kesulitan akademik (stress dalam mengelola waktu belajar,/strategi belajar dan cemas menghadapi ujian), konflik dengan teman sebaya, konflik dengan guru, dan konflik dengan orang tua (Smith, 1993). Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Elias (2011) pada 376 siswa di Malaysia yang membuktikan bahwa sebagian besar sumber stress remaja berasal dari masalah akademik, terlebih pada siswa tingkat pertama.
Shahmohammadi (2011) dalam acara 2nd Word Conference On Psychology, Counseling And Guidance menyatakan bahwa stres di bidang akademik pada anak muncul ketika harapan untuk pencapaian prestasi akademik meningkat, baik dari orang tua, guru ataupun teman sebaya dan harapan tersebut tidak sesuai dengan kemampuannya. Dari hasil penelitiannya Shahmohammadi menyimpulkan bahwa penyebab stress dikalangan siswa karena (1) takut tidak mendapatkan tempat di perguruan tinggi (2) ujian sekolah (3) terlalu banyak konten yang dipelajari (4) jadwal sekolah yang terlalu padat. Semua stress ini terkait dengan masalah akademik.
Stres akademik diartikan sebagai tekanan-tekanan yang dihadapi anak berkaitan dengan sekolah, dipersepsikan secara negatif dan berdampak pada kesehatan fisik , psikis dan performansi belajarnya (Campbell & Svenson, 1992; Ng Lai Oon, 2004). Stress akademik yang dialami siswa berkaitan dengan (1) tekanan akademik (bersumber dari guru, mata pelajaran, metode mengajar, strategi belajar, menghadapi ulangan/diskusi kelas) dan (2) tekanan sosial (bersumber dari teman-teman sebaya siswa). Stress yang dialami siswa selanjutnya akan berpengaruh pada fisik dan aspek psikologisnya yang akan mengakibatkan terganggunya proses belajarnya (Namara, 2001).
Stres belajar yang dialami siswa terjadi bukan semata-mata berasal dari faktor eksternal (lingkungan sekolah dan orang tua), namun faktor internal juga mempengaruhi timbulnya stres belajar, yaitu bagaimana siswa mempersiapkan sekolah (Chan, 1998; Haywood, 2004).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa stres akademik merupakan respon siswa terhadap berbagai tuntutan akademik dan dipersepsikan siswa sebagai beban melebihi batas kemampuan yang ditandai dengan berbagai reaksi yang mempengaruhi fisik, emosi dan perilaku.
Artikel ditulis oleh Khairul Bariyyah Sumber: http://konselingkita.com

Seorang lelaki akan berjuang sekuat tenaga tanpa putus asa hingga takdirnya terungkap ...selamat datang di http://arifcahyadiblog.blogspot.com ... semoga bermanfaat...