Random News

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Uji Kompetensi Guru: Nilai Rata-Rata Sementara Uji Kompetensi Hanya 44,5!

Uji Kompetensi Guru - Sejumlah guru mengerjakan soal Uji Kompetensi Guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, Yogyakarta, Selasa (31/7/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya memaparkan hasil sementara pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG), Jumat (3/8/2012). Berdasarkan pengolahan data sampai dengan hari ketiga pelaksanaan UKG, diketahui bahwa nilai rata-rata UKG hanya 44,55.

"Ini baru hasil sementara. Percayalah, namanya nilai rata-rata, ada yang di atasnya dan ada juga yang lebih rendah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam pernyataan persnya, Jumat (3/8/2012) sore, di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Nuh memaparkan, selain nilai rata-rata itu, Kemdikbud juga mendapatkan nilai tertinggi pada pelaksanaan UKG, yakni 91. Di sisi lain, ada juga guru peserta yang nilainya sangat buruk, yakni 0 (nol), karena tidak berhasil menjawab satu soal pun dengan benar.

"Ada 316 kabupaten/kota yang nilainya di bawah rata-rata," ujarnya.

Sebagai informasi, Kemdikbud memastikan peserta UKG mencapai 1.006.211 guru. Hingga hari ketiga pelaksanaan, UKG telah mendistribusikan 373.415 guru. Jumlah itu dikurangi guru peserta yang gagal ikut UKG.

Seperti diberitakan, pelaksanaan UKG online, khususnya di gelombang pertama ini masih jauh dari memuaskan. Pelaksanaan UKG di berbagai daerah diwarnai berbagai masalah. Secara umum, permasalahan terjadi pada validasi data yang buruk dan koneksi internet terganggu. Selain itu, ada guru yang mendapatkan soal tidak sesuai dengan bidang studi yang diampunya.

Sumber: Kompas.com, edisi Rabu, 3 Agustus 2012
Share:

Jepang Temukan Retina Buatan

Liputan6.com, Tokyo: Para peneliti di Jepang telah menciptakan retina buatan untuk pasien yang mengalami gangguan kesehatan mata. Tim peneliti dari Osaka University yang dipimpin oleh Profesor Takashi Fujikado memberikan retina buatan pada dua pasien wanita yang menderita kebutaan retina, seperti diberitakan NHK pada Senin (6/12).

Retina buatan tersebut berisi elektroda stimulasi. Melalui stimulasi listrik ini, pasien dapat melihat gambar optik yang dihasilkan. Ini merupakan retina buatan pertama kali yang ditemukan di Jepang.

Profesor Fujikado mengatakan ia berharap dapat menciptakan retina buatan yang lebih canggih dalam 2 tahun mendatang. Ia mengharapkan versi baru yang efektif dan memungkinkan pasien berjalan tanpa tongkat. (Vin)

Sumber, Liputan6.com, edisi 06/12/2010
_____________________________________________________________________

Retina Buatan dari Sel Manusia


Liputan6.com, Tokyo: Para peneliti yang didukung Lembaga Ilmu Pengetahuan Negara Riken di Kobe, Jepang, membuat retina buatan dari sel induk embrionik manusia. Retina itu untuk membuat bentuk tiga dimensi yang dikenal dengan cawan mata.

Seperti dilansir NHK, retina buatan itu memiliki ukuran sekitar lima milimeter, dengan diameter dan titik nol (zero-point) setebal tiga milimeter. Menurut para peneliti, retina buatan tersebut dapat berfungsi untuk mengubah rangsangan cahaya dari luar menjadi stimulasi listrik.

Rangsangan tersebut disampaikan sel-sel saraf yang menyampaikan sinyal ke otak yang terlihat dalam bentuk lapisan-lapisan. Menurut peneliti, temuannya dapat menjadi titik terang bagi pengobatan retinitis pigmentosa, penyakit yang menyerang puluhan ribu warga Jepang.

Dua tahun lalu, Takashi Fujikado, ilmuwan asal Jepang, juga telah membuat retina buatan. Ia memberikan retina buatan itu kepada dua pasien wanita yang menderita kebutaan retina [baca: Jepang Temukan Retina Buatan
Share:

Daftar Situs Penyedia Email Gratis


Mungkin diantara kita hanya tahu penyediaan situs E-MAIL hanya YAHOO dan GMAIL aja, sebenarnya masih banyak situs situs sejenis seperti YAHOO dan GMAIL. Yang mungkin masih jarang diketahui oleh banyak orang adalah bahwa situs situs penyedia E-MAIL bukan hanya YAHOO, GMAIL, atau HOTMAIL saja. selama ini, mungkin orang-orang hanya mengenal nama-nama tersebut sebagai situs penyedia E-MAIL gratis, sehingga orang-orang pun langsung menuju ke alamat alamat tersebut setiap kali butuh membuat E-MAIL. padahal ada begitu banyak situs lain yg juga menyediakan fasilitas pembuatan E-MAIL gratis yg juga bisa dimanfaatkan kehebatannya. Berikut ini adalah daftar situs yg menyediakan fasilitas E-MAIL gratis untuk sobat semuanya :

1on1 lite (http://www.1on1mail.com)
afropoets  (http://www.afropoets.com)
all forms (http://www.allforms.mailjol.net)
alter links  (http://webmail.alterlinks.com/self_eng.html)
ANF Mail (http://www.anfmail.com)
AOL NetMail  (http://www.aol.com)
Aumara  (http://www.aumara.com/email.html)
Australia Education   (http://www.australia.edu)
Britpost   (http://www.britpost.com)
Burntmail (http://burntmail.com/index.cgi)
Cheatcc (http://www.cheatcc.com/signup.html)
Cruel intention  (http://www.cruelintention.zzn.com)
Codehot  (http://www.codehot.co.uk/emailpage.htm)
Cosmic email (http://www.cosmicemail.com)
Doramail (http://www.doramail.com)
Dublin (http://www.dublin.ie/email-features.htm)
Email account  (http://www.emailaccount.com)
Email choice (http://www.emailchoice.com)
Fast Mail  (http://www.fastmail.fm/mail)
GMX  (http://www.gmx.com)
Google mail (http://www.gmail.com)
Gurl mail (http://www.gurlmail.com)
Hotdak  (http://www.hotdak.net)
Hotmail (http://www.hotmail.com)
Hotpop (http://www.hotpop.com)
Hush Mail (http://www.hushmail.com)
ICQ MAIL (http://www.icqmail.com)
dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat

Share:

Pengertian Biografi Serta Cara Menulis Biografi

Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dab graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Biografi, secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi dapat berbentuk beberapa baris kalimat saja, namun juga dapat berupa lebih dari satu buku.

Perbedaannya adalah, biografi singkat hanya memaparkan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang dan peran pentingnya sementara biografi yang panjang meliputi, tentunya, informasi-informasi penting namun dikisahkan dengan lebih mendetail dan tentunya dituliskan dengan gaya bercerita yang baik.

Biografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup seseorang. Lewat biografi, akan ditemukan hubungan, keterangan arti dari tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup seseorang, serta penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya. Biografi biasanya dapat bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal, namun demikian, biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau lebih tempat atau masa tertentu. Biografi seringkali bercerita mengenai seorang tokoh sejarah, namun tak jarang juga tentang orang yang masih hidup. Banyak biografi ditulis secara kronologis. Beberapa periode waktu tersebut dapat dikelompokkan berdasar tema-tema utama tertentu (misalnya "masa-masa awal yang susah" atau "ambisi dan pencapaian"). Walau begitu, beberapa yang lain berfokus pada topik-topik atau pencapaian tertentu.

Biografi memerlukan bahan-bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama dapat berupa benda-benda seperti surat-surat, buku harian, atau kliping koran. Sedangkan bahan-bahan pendukung biasanya berupa biografi lain, buku-buku referensi atau sejarah yang memaparkan peranan subyek biografi itu.

Biografi adalah suatu kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang bersumber pada subjek rekaan (non-fiction / kisah nyata). Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tangga lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang,tetapi juga menceritakan tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut yang menonjolkan perbedaan perwatakan termasuk pengalaman pribadi.

Macam-macam Biografi :

* Berdasarkan sisi penulis
* Berdasarkan Isinya
* Berdasarkan persoalan yang dibahas
* Berdasarkan penerbitannya

Berdasarkan sisi penulis

1. Autobiografi.

Ditulis sendiri oleh tokoh yang tercatat perjalanan hidupnya

2. Biografi.

Ditulis oleh orang lain, berdasarkan izin penulisan dibagi atas :

  • Authorized biography, yaitu biografi yang penulisannya seizin atau sepengetahuam tokoh didalamnya
  • Unauthorized biography, yaitu ditulis seseorang tanpa sepengetahuan atau izin dari tokoh di dalamnya (biasanya karena telah wafat)

Berdasarkan Isinya

  • Biografi Perjalanan Hidup, Isinya berupa perjalanan hidup lengkap atau sebagian paling berkesan.
  • Biografi Perjalanan Karir, Isinya berupa perjalanan karir dari awal karir hingga karir terbaru, atau sebagian perjalanan karir dalam mencapai sukses tertentu.

Berdasarkan persoalan yang dibahas

Biografi politik.
yaitu penulisan tokoh-tokoh di negeri ini dari sudut politik. Dalam biografi semacam ini bahan-bahan dikumpulkan biasanya melalui riset. Namun, biografi semacam ini kadang kala tidak lepas dari kepentingan penulis ataupun sosok yang ditulisnya.

Intelektual biografi
yang juga disusun melalui riset dan segenap temuan dituangkanpenulisnya dalam gaya penulisan ilmiah.

Biografi jurnalistik ataupun biografi sastra
yaitu materi penulisan biasanya diperoleh dari hasil wawancara terhadap tokoh yang akan ditulis maupun yang menjadi rujukan sebagai pendukung penulisan. Ini lebih ringan karena Cuma keterampilan dan wawancara.

Berdasarkan penerbitannya

Buku Sendiri.

Penerbitan buku kategori ini dilakukan atas inisiatif penerbit dengan seluruh biaya penulisan, percetakan, danpemasaran ditanggung oleh produsen. Biografi jenis ini biasanya memuat kisah hidup tokoh-tokoh yang diperkirakan akan menarik perhatian publik.

Buku Subdisi.

Ongkos pembuatan buku jenis ini sebagian dibiayai oleh sponsor. Biasanya pola ini dilakukan pada buku-buku yang diperkirakan dari segi komersial tidak akan laku atau kalaupun bisa dijual harganya sangat tinggi sehingga tidak terjangkau.

Beberapa masalah dengan autobiografi adalah
  • Kecenderungan untuk melebih-lebihkan jika berbicara mengenai diri mereka, dan membuat opini seolah sebagai fakta.
  • Tidak dapat dipastikan. Jika satu-satunya sumber dari suatu fakta mengenai salah seorang tokoh adalah diri tokoh tersebut sendiri, maka pembaca tidak dapat memastikannya. Pembaca tidak akan dapat memastikan harapan, mimpi, pemikiran, dan aspirasi tokoh tersebut. Walaupun mungkin benar, jika pembaca tidak dapat memastikan hal tersebut, hal tersebut tidak layak dipublikasikan.
  • * Orang sering memasukkan informasi ke dalam otobiografi yang belum pernah diterbitkan di tempat lain, atau merupakan hasil dari pengetahuan dari tangan pertama. Informasi semacam ini mengharuskan pembaca untuk melakukan riset primer untuk dapat memastikannya. (Sebagai contoh: Kecuali jika ukuran sepatu Anda, untuk suatu alasan yang luar biasa, telah menjadi pengetahuan publik, memasukkan ukuran sepatu Anda ke dalam artikel mengenai diri Anda adalah riset orisinal, karena untuk memastikan hal itu mengharuskan pembaca untuk datang kepada Anda dan mengukur kaki Anda sendiri.).

Pelaksanaan Penulisan Biografi:

TAHAP I : Diadakan pertemuan dengan klien untuk membicarakan rencana penulisan. Klien akan diberi penjelasan lebih jauh tentang sistem penulisan biografi yang kami terapkan serta hal-hal lain yang perlu diketahui klien. Klien kemudian menetapkan bentuk dan jenis biografi yang diinginkan.

TAHAP II : Keinginan klien akan kami bawa dalam pertemuan dengan sesama anggota kreatifnet untuk didiskusikan dan direncanakan. Setelah itu kami akan menghubungi klien untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut. Bila semuanya oke, akan diadakan penandatanganan kontrak penulisan.

TAHAP V: Hasil penyusunan dalam bentuk naskah tertulis akan diserahkan kepada klien untuk dikoreksi. Lama pengoreksian oleh klien maksimal satu minggu. Setelah itu, naskah dikembalikan lagi kepada kami.

TAHAP VI: Perbaikan serta pemrosesan akhir kami lakukan. Bila ada yang kurang jelas, klien akan kami hubungi lagi.

TAHAP VII: Tahap penulisan dianggap selesai. Hasil akhir berupa naskah jadi dalam bentuk print-out dan CD kami serahkan kepada klien. Untuk memperbanyak dalam bentuk buku atau CD akan diadakan pembicaraan lanjutan antara kami dan klien.
Saat menulis biografi, seorang penulis berupaya menyajikan perjalanan kehidupan seorang tokoh. Biasanya, ungkapan ekspresi waktu yang bervariasi dapat menjadikan tulisan lebih menarik dan tidak menonton.

Selain itu Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menulis sebuah biografi antara lain:

  • Pilih seseorang yang menarik perhatian Anda.
  • Temukan fakta-fakta utama mengenai kehidupan orang tersebut.
  • Mulailah dengan ensiklopedia dan catatan waktu.
  • Pikirkan, apa lagi yang perlu Anda ketahui mengenai orang itu, bagian mana dari hidupnya yang ingin lebih banyak Anda tuliskan.
  • Beberapa pertanyaan yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan misalnya:
  1. Apa yang membuat orang ini istimewa atau menarik?
  2. Dampak apa yang telah ia lakukan bagi dunia atau orang lain?
  3. Kata sifat apa yang mungkin akan sering Anda gunakan untuk menggambarkan orang ini?
  4. Contoh apa yang dapat dilihat dari hidupnya yang menggambarkan sifat tersebut?
  5. Kejadian apa yang membentuk atau mengubah kehidupan orang itu?
  6. Apakah ia mampu mengatasi rintangan tersebut? Apakah ia mengatasinya dengan mengambil resiko? Atau dengan keberuntungan?
  7. Apakah dunia akan menjadi lebih baik atau lebih buruk jika orang ini tidak pernah hidup? Bagaimana bisa dan mengapa?
  8. Lakukan juga penelitian lebih lanjut dengan bahan-bahan dari perpustakaan atau internet untuk membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas serta supaya cerita Anda lebih menarik.
Berikut ini ungkapan ekspresi waktu yang dapat digunakan. Menjelaskan hubungan waktu urutan peristiwaPertama kali, pada mulanya;o Pertama kali, pada mulanya;
  • Kemudian,lalu,berikutnya,sesudahitu,setelahini, setelah/peristiwa/kejadian ini
  • Akhirnya Untuk menunjukkan satu waktu
  • Pada (usia/umur) 12, saat berusia 12 (tahun)
  • Tahun lalu, tahun ini, tahun mendatang, tahun berikutnya, hari berikutnya setahun yang lalu Untuk menunjukkan periode waktu yang terus berlanjut. Selama masa remaja, waktu saya remaja, selama tiga tahun, untuk waktu yang lama. Sejak (awal periode yang terus berlanjut) Preposisi
  • Di … (nama tempat, arah), pada … (tanggal/bulan/tahun)
Referensi :

- http://mgmpbinsmpbangkalan.blogspot.com/2008_02_01_archive.html
- http://68site.blogspot.com/2009/03/biografi.html
- http://pelitaku.sabda.org/bagaimana_menulis_biografi
______________________________________________________________________

Untuk mengetahui biografi tokoh-tokoh dapat di-klik  disini
Share:

Imam Shafi`i



by Dr. G.F. Haddad

Muhammad ibn Idris ibn al-`Abbas, al-Imam al-Shafi`i, Abu `Abd Allah al-Shafi`i al-Hijazi al-Qurashi al-Hashimi al-Muttalibi (d. 204), the offspring of the House of the Prophet, the peerless one of the great mujtahid imams and jurisprudent par excellence, the scrupulously pious ascetic and Friend of Allah, he laid down the foundations of fiqh in his Risala, which he said he revised and re-read four hundred times, then said: "Only Allah’s Book is perfect and free from error."

He is the cousin of the Prophet - Allah’s blessings and peace upon him - descending from al-Muttalib who is the brother of Hashim, `Abd al-Muttalib’s father. Someone praised the Banu Hashim in front of the Prophet, whereby he interlaced the fingers of his two hands and said: "We and they are but one and the same thing." Al-Nawawi listed three peculiar merits of al-Shafi`i: his sharing the Prophet’s lineage at the level of their common ancestor `Abd Manaf; his birth in the Holy Land of Palestine and upbringing in Mecca; and his education at the hands of superlative scholars together with his own superlative intelligence and knowledge of the Arabic language. To this Ibn Hajar added two more: the hadith of the Prophet, "O Allah! Guide Quraysh, for the science of the scholar that comes from them will encompass the earth. O Allah! You have let the first of them taste bitterness, so let the latter of them taste reward." Another hadith of the Prophet says: "Truly, Allah shall send forth for this Community, at the onset of every hundred years, someone who will renew their Religion for them." The scholars agreed, among them Abu Qilaba (d. 276) and Imam Ahmad, that the first narration signified al-Shafi`i, and the second signified `Umar ibn `Abd al-`Aziz and then al-Shafi`i.

He was born in Ghazza or `Asqalan in 150, the year of Abu Hanifa’s death, and moved to Mecca at the age of two, following his father’s death, where he grew up. He was early a skillful archer, then he took to learning language and poetry until he gave himself to fiqh, beginning with hadith. He memorized the Qur’an at age seven, then Malik’s Muwatta’ at age ten, at which time his teacher would deputize him to teach in his absence. At age thirteen he went to see Malik, who was impressed by his memory and intelligence.
Malik ibn Anas and Muhammad ibn al-Hasan al-Shaybani were among his most prominent teachers and he took position against both of them in fiqh. Al-Shafi`i said: "From Muhammad ibn al-Hasan I wrote a camel-load." Al-Hakim narrated from `Abd Allah ibn `Abd al-Hakam: "Al-Shafi`i never ceased to speak according to Malik’s position and he would say: ‘We do not differ from him other than in the way of his companions,’ until some young men spoke unbecomingly at length behind his back, whereupon al-Shafi`i resolved to put his differences with Malik in writing. Otherwise, his whole life he would say, whenever asked something: ‘This is what the Teacher said’ - hâdha qawl al-ustadh - meaning Malik."
Like Abu Hanifa and al-Bukhari, he recited the entire Qur’an each day at prayer, and twice a day in the month of Ramadan.
Al-Muzani said: "I never saw one more handsome of face than al-Shafi`i. If he grasped his beard it would not exceed his fist." Ibn Rahuyah described him in Mecca as wearing bright white clothes with an intensely black beard. Al-Za`farani said that when he was in Baghdad in the year 195 he dyed his beard with henna.

Abu `Ubayd al-Qasim ibn Sallam said: "If the intelligence of an entire nation was brought together he would have encompassed it." Similarly, al-Muzani said: "I have been looking into al-Shafi`i’s Risala for fifty years, and I do not recall a single time I looked at it without learning some new benefit."
Al-Sakhawi in the introduction to his al-Jawahir wa al-Durar and others narrate that someone criticized Ahmad ibn Hanbal for attending the fiqh sessions of al-Shafi`i and leaving the hadith sessions of Sufyan ibn `Uyayna. Ahmad replied: "Keep quiet! If you miss a hadith with a shorter chain you can find it elsewhere with a longer chain and it will not harm you. But if you do not have the reasoning of this man [al-Shafi`i], I fear you will never be able to find it elsewhere." Ahmad is also related by his students Abu Talib and Humayd ibn Zanjuyah to say: "I never saw anyone adhere more to hadith than al-Shafi`i. No-one preceded him in writing down the hadith in a book." The meaning of this is that al-Shafi`i possessed the understanding of hadith after which Ahmad sought, as evidenced by the latter’s statement: "How rare is fiqh among the scholars of hadith!" This is a reference to the hadith: "It may be one carries understanding (fiqh) without being a person of understanding (faqîh)." Sufyan himself would defer to al-Shafi`i in matters of tafsîr and fatwa. Yunus ibn Abi Ya`la said: "Whenever al-Shafi`i went into tafsîr, it was as if he had witnessed the revelation." Ahmad ibn Hanbal also said: "Not one of the scholars of hadith touched an inkwell nor a pen except he owed a huge debt to al-Shafi`i."
Al-Shafi`i was known for his peculiar strength in Arabic language, poetry, and philology. Bayhaqi narrated:
[From Ibn Hisham:] I was al-Shafi`i’s sitting-companion for a long time, and I never heard him use except a word which, carefully considered, one would not find (in its context) a better word in the entire Arabic language. . . . Al-Shafi`i’s discourse, in relation to language, is a proof in itself.
[From al-Hasan ibn Muhammad al-Za`farani:] A group of bedouins used to frequent al-Shafi`i’s gathering with us and sit in a corner. One day I asked their leader: "You are not interested in scholarship; why do you keep coming to sit with us?" They said: "We come to hear al-Shafi`i’s language."
Al-Shafi`i trod the path of the Salaf in avoiding any interpretation of the verses and narrations pertaining to the divine attributes. He practiced "relegation of the meaning" (tafwîd al-mi`na) to a higher source, as established in his saying: "I leave the meaning of the verses of the Attributes to Allah, and I leave the meaning of the hadiths of the attributes to Allah’s Messenger." At the same time, rare instances of interpretation are recorded from him. Thus al-Bayhaqi relates that al-Muzani reported from al-Shafi`i the following commentary on the verse: "To Allah belong the East and the West, and wheresoever you turn, there is Allah’s face (wajh)" (2:115): "It means – and Allah knows best – thither is the bearing (wajh) towards which Allah has directed you." Al-Hakkari (d. 486) related in his book `Aqida al-Shafi`i that the latter said: "We affirm those attributes, and we negate from them likeness between them and creation (al-tashbîh), just as He negated it from Himself when He said: ‘There is nothing whatsoever like unto Him’ (42:11)."

Al-Shafi`i’s hatred of dialectic theology (kalâm) was based on his extreme caution against errors which bear heavy consequences as they induce one into false beliefs. Among his sayings concerning this: "It is better for a scholar of knowledge to give a fatwa after which he is said to be wrong than to theologize and then be said to be a heretic (zindîq). I hate nothing more than theology and theologians." Dhahabi comments: "This indicates that Abu `Abd Allah’s position concerning error in the principles of the Religion (al-usûl) is that it is not the same as error in the course of scholarly exertion in the branches." The reason is that in belief and doctrine neither ijtihâd nor divergences are permitted. In this respect al-Shafi`i said: "It cannot be asked ‘Why?’ concerning the principles, nor ‘How?’" Yet al-Shafi`i did not completely close the door to the use of kalâm in defense of the Sunna, as shown below and in the notice on Ahmad ibn Hanbal.
Yunus ibn Abi Ya`la narrated that al-Shafi`i defined the "principles" as: "The Qur’an, the Sunna, analogy (al-qiyâs), and consensus (al-ijmâ`)"; he defined the latter to mean: "The adherence of the Congregation (jamâ`a) of the Muslims to the conclusions of a given ruling pertaining to what is permitted and what is forbidden after the passing of the Prophet, blessings and peace be upon him."
Al-Shafi`i did not close the door on the right use of kalâm as is clear from Ibn Abi Hatim’s narration from al-Rabi` of his words: "If I wished, I could produce a book against each one of those who deviated, but dialectic theology is none of my business, and I would not like to be attributed any part in it." Similar to it is his advice to his student al-Muzani: "Take proofs from creation about the Creator, and do not burden yourself with the knowledge of what your mind did not reach." Ibn Abi Hatim himself spoke similarly when he was told of Ibn Khuzayma’s unsuccessful attempt at kalâm: "It is preferable not to meddle with what we did not learn." Note that al-Shafi`i also spoke of his wish not to have a single letter out of all his works attributed to him, regardless of topic.
Al-Shafi`i’s attitude towards tasawwuf was as strict as with kalâm, and he both praised it and denigrated its abuse at the hands of its corrupters. In criticism of the latter he said: "No-one becomes a Sufi in the morning except he ends up a dolt by noon" while on the other hand he declared in his Diwan: "Be at the same time a faqîh and a Sufi." In Mecca al-Shafi`i was the student of Fudayl ibn `Iyad. Imam al-Nawawi in his Bustan al-`Arifin fi al-Zuhd wa al-Tasawwuf ("The Garden of the Gnostics in Asceticism and Tasawwuf") narrated from al-Shafi`i the saying: "Only the sincere one (al-mukhlis) can recognize self-display (al-riyâ’)." Al-Nawawi comments: "This means that it is impossible to know the reality of self-display and see its hidden shades except for one who resolutely seeks (arâda) sincerity. Such a one strives for a long time, searching, meditating, examining at length within himself until he knows, or knows something of what self-display is. This does not happen for everyone. Indeed, this happens only with special ones (al-khawâss). But for a given individual to claim that he knows what self-diplay is, this is real ignorance on his part."
Al-Shafi`i deferred primacy in the foundations of fiqh to Imam Abu Hanifa with his famous statement: "People are all the children of Abu Hanifa in fiqh." Ibn Hajar al-Haytami mentioned in the thirty-fifth chapter of his book on Imam Abu Hanifa entitled al-Khayrat al-Hisan: "When Imam al-Shafi`i was in Baghdad, he would visit the grave of Imam Abu Hanifa, greet him, and then ask Allah for the fulfillment of his need through his means."
Two schools of legal thought or madhahib are actually attributed to al-Shafi`i, englobing his writings and legal opinions (fatâwa). These two schools are known in the terminology of jurists as "The Old" (al-qadîm) and "The New" (al-jadîd), corresponding respectively to his stays in Iraq and Egypt. The most prominent transmitters of the New among al-Shafi`i’s students are al-Buwayti, al-Muzani, al-Rabi` al-Muradi, and al-Bulqini, in Kitab al-Umm ("The Motherbook"). The most prominent transmitters of the Old are Ahmad ibn Hanbal, al-Karabisi, al-Za`farani, and Abu Thawr, in Kitab al-Hujja ("Book of the Proof"). What is presently known as the Shafi`i position refers to the New except in approximately twenty-two questions, in which Shafi`i scholars and muftis have retained the positions of the Old.
Al-Subki related that the Shafi`i scholars considered al-Rabi`s narration from al-Shafi`i sounder from the viewpoint of transmission, while they considered al-Muzani’s sounder from the viewpoint of fiqh, although both were established hadith masters. Al-Shafi`i said to al-Rabi`: "How I love you!" and another time: "O Rabi`! If I could feed you the Science I would feed it to you." Al-Qaffal al-Shashi in his Fatawa relates that al-Rabi` was slow in his understanding, and that al-Shafi`i once repeated an explanation forty times for him in a gathering, yet he did not understand it then got up and left in embarrassment. Later, al-Shafi`i called him in private and resumed explaining it to him until he understood. This shows the accuracy of Ibn Rahuyah’s statement: "I consider the best part of me the time when I fully understand al-Shafi`i’s discourse."
Al-Shafi`i took the verse "Or if you have touched women" (4:43) literally, and considered that contact between the sexes, even accidental, nullified ablution. This is also the position of Ibn Mas`ud, Ibn `Umar, al-Sha`bi, al-Nakha`i, al-Zuhri, and al-Awza`i, which is confirmed by Ibn `Umar’s report: "Whoever kisses or touches his wife with his hand must renew his wudû’." It is authentic and related in numerous places including Malik's Muwatta’. Al-Shafi`i said: "Something similar has reached us from Ibn Mas`ud." They all read the above verse literally, without interpreting "touch" to mean "sexual intercourse" as do the Hanafis, or "touch with pleasure" as do the Malikis.
A major contribution of al-Shafi`i in the foundations of the Law was his division of innovation (al-bid`a) into good and bad on the basis of `Umar’s words about the tarâwih or congregational supererogatory night prayers in the month of Ramadan: "What a fine innovation this is!" Harmala narrated that al-Shafi`i concluded: "Therefore, whatever innovation conforms to the Sunna is approved (mahmûd), and whatever opposes it is abominable (madhmûm)." Agreement formed in the Four Schools around his division, as illustrated by the endorsement of some major later authorities in each school. Among the Hanafis: Ibn `Abidin, al-Turkumani, and al-Tahanawi; among the Malikis: al-Turtushi, Ibn al-Hajj, and al-Shatibi; consensus among the Shafi`is; and reluctant acceptance among later Hanbalis, who altered al-Shafi`i’s terminology to read "lexical innovation" (bid`a lughawiyya) and "legal innovation" (bid`a shar`iyya), respectively û although inaccurately û matching Shafi`i’s "approved" and "abominable".
Among al-Shafi`i’s other notable positions: Al-Muzani said: "I never saw any of the scholars make something obligatory on behalf of the Prophet as much as al-Shafi`i in his books, and this was due to his high remembrance of the Prophet. He said in the Old School: ‘Supplication ends with the invocation of blessings on the Prophet, and its end is but by means of it.’" Al-Karabisi said: "I heard al-Shafi`i say that he disliked for someone to say ‘the Messenger’ (al-Rasûl), but that he should say ‘Allah’s Messenger’ (Rasûl Allah) out of veneration (ta`zîm) for him."
Among al-Shafi`i’s other sayings:
"The study of hadith is better than supererogatory prayer, and the pursuit of knowledge is better than supererogatory prayer." Ibn `Abd al-Barr in Kitab al-`Ilm listed the many hadiths of the Prophet on the superior merit of knowledge. However, al-Shafi`i by this saying meant the essence and purpose of knowledge, not knowledge for its own sake which leads to Satanic pride. The latter is widely available while true knowledge is the knowledge that leads to godwariness (taqwa). This is confirmed by al-Shafi`i’s saying: "Knowledge is what benefits. Knowledge is not what one has memorized." This is a corrective for those content to define knowledge as "the knowledge of the proof" (ma`rifa al-dalîl). "He gives wisdom to whomever He will, and whoever receives wisdom receives immense good." (2:269)

"You [the scholars of hadith] are the pharmacists but we [the jurists] are the physicians." This was explained by `Ali al-Qari in his book Mu`taqad Abi Hanifa al-Imam (p. 42): "The early scholars said: The hadith scholar without knowledge of fiqh is like a seller of drugs who is no physician: he has them but he does not know what to do with them; and the fiqh scholar without knowledge of hadith is like a physician without drugs: he knows what constitutes a remedy, but does not dispose of it."
"Malik was asked about kalâm and [the Science of] Oneness (tawhîd) and he said: ‘It is inconceivable that the Prophet should teach his Community hygiene and not teach them about Oneness! And Oneness is exactly what the Prophet said: ‘I was ordered to fight people until they say ‘There is no God but Allah.’ So, whatever makes blood and property untouchable û that is the reality of Oneness (haqîqa al-tawhîd).’" This is a proof from the Salaf against those who, in later times, innovated sub-divisions for tawhîd or legislated that their own understanding of Allah’s Attributes was a precondition for the declaration of Oneness. Al-Halimi said: "In this hadith there is explicit proof that that declaration (lâ ilâha illallâh) suffices to extirpate oneself from all the different kinds of disbelief in Allah Almighty."
"Satiation weighs down the body, hardens the heart, does away with sagacity, brings on sleep, and weakens one from worship." This is similar to the definition of tasawwuf as "hunger" (al-jû`) given by some of the early masters, who acquired hunger as a permanent attribute and were called "hungerers" (jû`iyyûn). A notable example is al-Qasim ibn `Uthman al-`Abdi al-Dimashqi al-Ju`i (d. 248), whom al-Dhahabi describes as "the Imam, the exemplar, the wali, the muhaddith, the shaykh of the Sufis and the friend of Ahmad ibn al-Hawari."
"I never swore by Allah - neither truthfully nor deceptively." This is similar to the saying of the Sufi master Sahl ibn `Abd Allah al-Tustari narrated by al-Dhahabi: "Among the manners of the truthful saints (al-siddîqîn) is that they never swear by Allah, nor commit backbiting, nor does backbiting take place around them, nor do they eat to satiation, if they promise they are true to their word, and they never speak in jest."
Al-Buwayti asked: "Should I pray behind the Rafidi?" Al-Shafi`i said: "Do not pray behind the Rafidi, nor behind the Qadari, nor behind the Murji’." Al-Buwayti said: "Define them for us." He replied: "Whoever says ‘Belief consists only in speech’ is a Murji’, and whoever says ‘Abu Bakr and `Umar are not Imams’ is a Rafidi, and whoever attributes destiny to himself is a Qadari."
Abu Hatim narrated from Harmala that al-Shafi`i said: "The Caliphs (al-khulafâ’) are five: Abu Bakr, `Umar, `Uthman, `Ali, and `Umar ibn `Abd al-`Aziz." In his Diwan he named them "leaders of their people, by whose guidance one obtains guidance," and declaimed of the Family of the Prophet:
The Family of the Prophet are my intermediary to him! (wasîlatî)

Through them I hope to be given my record with the right hand.


and:


O Family of Allah’s Messenger! To love you is an obligation
Which Allah ordained and revealed in the Qur’an.
It is enough proof of your immense glory that
Whoever invokes not blessings upon you, his prayer is invalid.

Ibn Hajar said that the first to write a biography of al-Shafi`i was Dawud al-Zahiri (d. 275). Al-Nawawi in Tahdhib al-Asma’ wa al-Lughat (1:44) mentioned that the best biography of al-Shafi`i was al-Bayhaqi’s for its sound chains of transmission. Ibn Hajar summarized it and added to it al-Shafi`i’s Musnad in his Tawali al-Ta’sis fi Ma`ali Ibn Idris.

In the introduction of his compendium of Shafi`i fiqh entitled al-Majmu` al-Nawawi mentions that al-Shafi`i used a walking stick for which he was asked: "Why do you carry a stick when you are neither old nor ailing?" He replied: "To remember I am only a traveller in this world."


Main sources: al-Shafi`i, Diwan; Abu Nu`aym, Hilya al-Awliya’ 9:71-172 #442; al-Nawawi, Tahdhib al-Asma’ wa al-Lughat 1:44-67 #2; al-Dhahabi, Siyar A`lam al-Nubala’ 8:377-423 #1539, 10:79, 10:649; al-Subki, Tabaqat al-Shafi`iyya al-Kubra 2:133-134; Ibn Hajar, Tawali al-Ta’sis p. 3-157

Sumber :http://www.sunnah.org/publication/khulafa_rashideen/shafii.htm
Share:

Gregor Mendel: The Father of Modern Genetics

Gregor Mendel is usually considered to be the founder of modern genetics. Though farmers had known for centuries that crossbreeding of animals and plants could favor certain desirable traits, Mendel's pea plant experiments conducted between 1856 and 1863 established many of the rules of heredity. An Augustinian monk living in what is now the Czech Republic, Mendel had access to an experimental garden in which he could breed “true” lines of pea plants and patiently wait for them to crossbreed in specified combinations. He worked with seven characteristics of pea plants: plant height, pod shape and color, seed shape and color, and flower position and color. Using the example of seed color, his results showed that when a yellow pea and a green pea were bred together their offspring plant was always yellow. However, in the next generation of plants, the green peas reappeared at a ratio of 1:3.

To explain this phenomenon, Mendel coined the terms “recessive” and “dominant” in reference to certain traits. (In the preceding example, green peas are recessive and yellow peas are dominant.) He published his work in 1866, demonstrating the actions of invisible “factors”—what we now call genes —in providing for visible traits in predictable ways.
Mendel never enjoyed recognition in his lifetime. In fact, it was more than three decades later, in 1900, that three scientists doing agricultural research discovered his 1866 paper. Erich Tschermak, Hugo de Vries, and Carl Correns independently verified several of Mendel's experimental findings, and the age of "genetics was" born. In the next several decades, scientists would learn more about genes and the special substance called DNA that carried each living thing's specific traits.
 _____________________________________________

Sumber : http://history.nih.gov/exhibits/nirenberg/HS1_mendel.htm
Photograph of Gregor Mendel.
Gregor Mendel.


Drawing of a pea plant.
Mendel used pea plants in his experiments.

Share:

Amino acid

Amino acids are molecules that are the building blocks of proteins. They have a specific chemical makeup and can be produced by cells or ingested through diet. By the 1950s, scientists had agreed upon a list of twenty amino acids. That list still stands today, though it is possible that more will be discovered and named.
List of Amino Acids:
  • alanine
  • phenylalaline
  • lysine
  • proline
  • threonine
  • cysteine
  • glycine
  • leucine
  • glutamine
  • valine
  • aspartic acid
  • histidine
  • methionine
  • arginine
  • tryptophane
  • glutamic acid
  • isoleucine
  • asparagine
  • serine
  • tyrosine

Base
A nucleotide base (guanine, adenine, cytosine, and thymine) is one of the building blocks of DNA, along with phosphates and sugar. These substances will join together to determine the order of proteins in each organism. Codon
A codon is a triplet series of bases linked together during protein synthesis to form an amino acid. Each codon carries the code for a specific amino acid.
“Central Dogma”
Francis Crick's “central dogma” of molecular biology, put simply, is: DNA makes RNA makes protein. This general rule emphasized the order of events from transcription through translation and provided the basis for much of the genetic code research in the post double-helix 1950s. The central dogma is often expressed as the following: “DNA makes RNA, RNA makes proteins, proteins make us.”
DNA and RNA
DNA, deoxyribonucleic acid, and RNA, ribonucleic acid, are molecules that hold the genetic information of each cell. The DNA strands store information, while the RNA molecules take the information from the DNA, transfer it to different places in the cell, and decode or read the information.
DNA takes the form of a double helix, with repeated sugar-phosphate backbones on the outside and paired bases making up the “steps” in the middle. DNA makes up genes, each of which contains enough information to make a specific protein. The mixture and order of these genes make up each organism.
Though DNA, then called nuclein, was first isolated back in 1869, it was not until the second half of the twentieth century that scientists began to fully understand the importance of DNA and its relationship to hereditary characteristics.
Escherichia coli
Escherichia coli, or E. coli as it is usually known, is a one-celled organism. The cell has no nucleus, and its DNA is in the form of one long looping molecule. E. coli is a commonly available bacterium, plentiful in the human colon, and therefore often used for experimental purposes.
Genome
A genome is the name for the entire set of unique DNA that makes up a particular organism.
Protein
A protein is a molecule that performs chemical reactions necessary to sustain the life of an organism. One cell can contain thousands of proteins.
Ribosome
The ribosome is the place in the cell where groups of bases called codons are translated into amino acids.

Transcription

Transcription is the process by which information is transferred from the DNA to the messenger RNA (mRNA) in preparation for the RNA to translate the information into specific proteins. The DNA is made up of two strands, linked together in the shape of a double helix. During transcription, the two strands separate, and two strands of mRNA form against them. The RNA simply copies the information into its own system of bases. Like a Xerox machine, the RNA does not need to understand the information—it simply copies the information for future use. The new mRNA then moves on to the ribosome area of the cell where translation will take place.
Translation
At the ribosome in the cell's cytoplasm, the mRNA translates the information it has gleaned from the DNA into amino acids and then proteins. The mRNA is divided into codons, three-letter “words” made up of nucleotide bases, and each codon matches up with a particular transfer RNA (tRNA). The tRNA then takes the codon—now known as an amino acid—and links it together with other amino acids in a protein chain. The order of the amino acids in the chain is dictated by the sequence of codons in the mRNA. When the protein is completed, a “stop codon” will indicate that the protein chain can detach from the ribosome. It is now a fully functioning molecule of protein.
Share:

Biografi singkat Albert Einstein


Albert Einstein (lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 – meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan genius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.

Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century)

Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time.
Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.
Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc²



Biografi

Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari München ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
'Einsteinhaus' di kota Bern di mana Einstein dan Mileva tinggal (di lantai 1) pada masa Annus Mirabilis


Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

Kerja dan Gelar Doktor
Albert Einstein, 1905

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Pada tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein pada tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

Gerakan Brownian
Albert Einstein, 1951 (saat ulang tahun ke 72, diambil oleh Arthur Sasse, photographer)

Di artikel pertamanya pada tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.

Patung Albert Einstein

Albert Einstein Memorial

Patung Albert Einstein (Albert Einstein Memorial) adalah patung dari tokoh fisika terbesar abad 20, Albert Einstein yang terbuat dari perunggu dalam posisi duduk dengan memegang buku di pangkuannya. Patung ini berada di tengah kota Washington, D.C., di ujung tenggara dari gedung National Academy of Sciences, atau tepatnya di “Constitution Avenue”, dekat dengan “Vietnam Veterans Memorial”.
Patung ini diciptakan oleh Robert Berks dan patung ini terdiri dari 19 bagian yang dilas menjadi satu. Berat keseluruhan dari patung ini adalah 7.000 pon (3,2 ton) dengan tinggi 21 kaki (6,4 meter). Patung Einstein ini berlandaskan pada batu granit berwarna putih yang diambil dari gunung Mount Airy, negara bagian North Carolina.
Di atas lembaran buku yang dipegang dalam patung ini dituliskan 3 persamaan ilmiah yang paling penting dari Einstein:

Sumber: Wikipedia, Ensiklopedia  Bebas, http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein

Share:

Connect Us

Hot in week

Recent Posts