Pusat Pembelajar Dunia Maya

Kamis, 24 Januari 2013

Semesta mendingin seperti diramal teori Dentuman Besar

Kamis, 24 Januari 2013 12:24 WIB 
Gambaran semesta terdalam dari teleskop Hubble milik NASA. (NASA; ESA; G. Illingworth, D. Magee, and P. Oesch, University of California, Santa Cruz; R. Bouwens,)

Jakarta (ANTARA News) - Dengan menggunakan teleskop radio CSIRO di Australia untuk mencatat temperatur Alam Semesta, para astronom mendapati fakta bahwa Alam Semesta ternyata telah mendingin sebagaimana diramalkan teori Dentuman Besar.

Tim ilmuwan dari Swedia, Perancis, Jerman dan Australia berhasil mengukur suhu Semesta yang turun sampai setengah dari usia Semesta.

"Ini adalah pengukuran paling teliti yang pernah dibuat mengenai bagaimana Semesta telah mendingin selama 13,77 miliar tahun usianya," kata Dr Robert Braun, Kepala Ilmuwan pada CSIRO Astronomy and Space Science, seperti dikutip Science Daily dotcom.

Megingat cahaya memerlukan waktu untuk melintas, maka ketika manusia melihat ke angkasa maka apa yang dilihatnya adalah Semesta di masa lalu. 

Oleh karena itu, untuk melihat kembali separuh jalan dari sejarah Semesta, maka manusia perlu melihat separuh perjalanan Semesta.

Lantas, bagaiman suhu Semesta bisa diukur dalam jarak yang begitu jauh seperti itu?

Caranya, para astronom mempelajari gas pada sebuah galaksi tak bernama yang jaraknya 7,2 miliar tahun cahaya.

Satu-satunya faktor yang membuat gas ini tetap hangat adalah radiasi belakang kosmik, yaitu cahaya yang tersisa dari Dentuman Besar.

Kebetulan, ada galaksi lain yang lebih kuat dan berbentuk quasar yang dinamai PKS 1830-211, terhampar di belakang galaksi tidak bernama di atas.

Gelombang radio dari quasar itu menembus gas di latar depan galaksi tak bernama itu. 

Ketika itu terjadi, molekul-molekul gas menyerap energi dari gelombang radio ini, lalu meninggalkan "jejak" pada gelombang radio tersebut.

Dari "jejak" ini para astronom menghitung temperatur gas itu yang ternyata suhunya mencapai 5,08 Kelvin (-267,92 derajat  Celsius) alias luar biasa dingin namun tetap lebih hangat dibandingkan suhu Semesta sekarang yang mencapai 2,73 Kelvin (-270,27 derajat Celsius).

Menurut teori Dentuman Besar, suhu radiasi di belakang kosmik turun perlahan begitu Semesta melar. 

"Itulah yang kami lihat dari pengukuran-pengukuran kami itu. Semesta pada beberapa miliar tahun lalu lebih hangat beberapa derajat dibandingkan sekarang, persis seperti diprediksi teori Dentuman Besar," kata kepala tim peneliti Dr Sebastien Muller dari Observatorium Ruang Angkasa Onsala pada Universitas Teknologi Chalmers, Swedia. 


Editor: Jafar M Sidik
Sumber:  http://www.antaranews.com/berita/354736/semesta-mendingin-seperti-diramal-teori-dentuman-besar

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Nam cu odio vocibus, cu eam graece iisque. Ius ceteros antiopam cu, per cibo illud verear an

@Arif Cahyadi, 2012. Diberdayakan oleh Blogger.
...

Featured Posts

Multimedia Updates

About Me

Sebuah catatan belajar untuk diri sendiri dan orang lain yang akan memanfa'atkannya

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Arsip Blog

Search This Blog

Follow by Email

Responsive Ads Here

Trending Now

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Follow Us

test

Definition List

Definition list
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Lorem ipsum dolor sit amet
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages

Latest Results

Video

About

Pages - Menu

Popular Posts

Copyright © ARIF CAHYADI Center | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com