Sabtu, 08 Desember 2012

Doa Seorang Ayah, Douglas Mc Arthur

Tuhanku, Bentuklah putraku, menjadi manusia yang cukup kuat Untuk menyadari manakala ia lemah Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut Manusia yang merasa bangga dan teguh dalam kekalahan, Rendah serta jujur dalam kemenangan Bentuklah putraku, menjadi manusia yang kuat dan mengerti Bahwa mengetahui dan kenal akan dirinya sendiri Adalah dasar dari ilmu pengetahuan Tuhanku, Janganlah putraku Kau bimbing di atas jalan yang mudah dan nyaman Tapi bimbinglah ia di bawah tempaan dan Desak kesulitan tantangan hidup Bimbinglah putraku agar tegak di tengah badai Dan berbelas kasihan pada mereka yang jatuh Bentuklah putraku, menjadi manusia yang berhati bening, Dengan cita meninggi langit Manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri Sebelum ia berhasrat memimpin orang lain Manusia yang menggapai kegemilangan hari depan Tanpa melupakan masa lampau Dan setelah semua menjadi miliknya, Lengkapilah ia dengan rasa humor, Agar ia besungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlalu serius Berikanlah padanya kerendahan hati Kesederhanaan dari keagungan hatiku Keterbukaan pikiran bagi sumber kearifan Dan kelembutan dari kekuatan sebenarnya Setelah semua tercapai, Aku ayahnya berani berbisik, "HIDUPKU TIDAKLAH SIA-SIA"

TEORI BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH


Oleh, Irsyad Das, M.Pd., Kons.
Ada tiga pendekatan teoritis yang digunakan dalam kajian tentang berpikir dan pemecahan masalah. Pertama adalah Teori Stimulus-Respon, yang berdasarkan pada konsep bahwa berpikir adalah proses asosiatif. Kedua, teori yang berakar pada psikologi Gestalt yang menekankan pada pentingnya “pola keseluruhan” daripada “bagian-bagian terpisah” serta insight. Ketiga, teori yang memakai konsep pemrosesan informasi dengan program komputer dalam mengkaji berpikir dan pemecahan masalah.

Teori Stimulus-Respon
Konsepsi stimulus-respon memandang bahwa berpikir didasarkan atas proses asosiatif.  Berpkir dipandang sebagai tingkah laku trial-and-error yang tidak tampak, sama seperti tingkah laku trial-and-error yang tampak dalam menghadapi berbagai situasi belajar. Individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses trial-and-error dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stumulus tertentu.
Dalam menghadapi situasi bermasalah, seseorang menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang telah dipelajari melalui pelaziman. Kebiasaan adalah aspek tingkahlaku yang telah menetap, dalam penggunaannya berasosiasi kepada tingkat tantangan yang dihadapi. Kebiasaan juga juga tersusun dalam apa yang disebut dengan hirarki rumpun-kebisaaan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa seseorang mengahadapi suatu situasi dengan hirarki macam-macam kebiasaan.
Menurut teori ini dalam suatu situasi pemecahan masalah,  kebiasaan akan menetap dalam urutannya hingga berhasilnya suatu respon.
Teori Gestalt
Teori psikologi Gestalt mendekati persoalan berpikir dan pemecahan masalah dari pandangan bagaimana individu menentukan dunianya. Berpikir dipandang sebagai mengorganisasikan persepsi, yaitu proses di mana seseorang menangkap pola-pola keseluruhan dari stimuli, atau makna dari bagian-bagian stimuli dalam pola keseluruhan dengan berbagai cara. Berpikir dengan demikian adalah sebuah proses perseptual-kognitif.
Ciri pendekatan psikologi Gestalt terhadap pemecahan masalah tergambar pada hasil pengamatan Wolfgang Kohler terhadap simpanse miliknya: Pisang digantung di langit-langit kandang. Di sudut kandang diletakkan beberapa buah kotak. Simpanse mencoba menggapai pisang beberapa kali namun gagal. Ketika beristirahat sejenak ia melihat kotak-kotak itu. Ditariknya kotak satu demi satu kemudian ditumpuk. Dengan berdiri di atas tumpukan kotak-kotak simpanse dapat meraih pisang. Pengalaman simpanse yang menemukan pemecahan masalah ketika melihat kotak-kotak disebut insight. Keberhasilan mendapatkan insight setelah melalui pengorganisasian persepsi terhadap keseluruhan situasi masalah (pola) yang akan diatasi. Hal ini disebut juga fenomena “Ah-Ha!”.
Pendekatan Pemrosesan-Informasi
Pendekatan pemrosesan-informasi adalah upaya memformulasikan bentuk flowchart atau urutan kejadian, dengan penggunaan format dari program komputer. Suatu program komputer terdiri dari rangkaian langkah-langkah atau kaidah-kaidah yang menguraikan apa yang diperbuat komputer.
Bagaimanapun, manusia jauh lebih baik daripada komputer. Implikasinya adalah pendekatan pemrosesan-informasi terhadap tingkahlaku adalah sebuah program yang dapat men-simulasi-kan proses-proses psikologis digunakan sebagai model yang sangat abstrak dalam berpikir dan memecahkan masalah.
Beberapa macam program untuk memecahkan masalah dapat dikembangkan. Salah satunya adalah penyelesaian serial-letter. Masalah yang harus dipecahkan subyek adalah mengisi huruf selanjutnya, dari contoh berikut:
B D F H __                            
BTCTDT __
PXAXOYBYNZ __
Program yang dibuat untuk mengatasi masalah ini harus terpasang secara instrinsik terhadap seri tersebut. Jika suatu program dapat berhasil memecahkan suatu bentuk masalah, maka temuan itu dapat menyumbang kepada teori kegiatan pemecahan masalah.
Seorang lelaki akan berjuang sekuat tenaga tanpa putus asa hingga takdirnya terungkap ...selamat datang di http://arifcahyadiblog.blogspot.com ... semoga bermanfaat...